Bupati Kunker di Tiga Puskesmas Tutuyan, Motongkad dan NuanganSaya Ingin agar di Masa Pemerintahan SSM-OPPO Seluruh Balita di Boltim Tumbuh Sehat /////
Bupati Kunker di Tiga Puskesmas Tutuyan, Motongkad dan Nuangan

Kunker di Tiga Puskesmas, Bupati : Saya Ingin agar di Masa Pemerintahan SSM-OPPO Seluruh Balita di Boltim Tumbuh Sehat /////

BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang  Mongondow Timur (Boltim), dibawah Kepemimpinan Bupati Sam Sachrul Mamonto S Sos dan Wakil Bupati (Wabup) Oskar Manoppo SE MM, terus memaksimalkan berbagai program. Salah satunya pencegahan Gizi buruk hingga penekanan kasus Stunting di berbagai wilayah Kecamatan. Hal ini tercermin lewat Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati di Puskesmas tiga Kecamatan yakni Puskesmas Tutuyan, Puskesmas Motongkad, dan Puskesmas Nuangan, Rabu (09/06) kemarin.

Setiap Puskesmas yang didatangi, Bupati meminta data kasus Stunting, Ibu Hamil dan Balita. Bupati juga meminta penjelasan langsung dari pihak Puskesmas terkait kendala yang dihadapi dalam rangka memaksimalkan pelayanan Puskesmas kepada masyarakat.

“Sudah ada beberapa Puskesmas Saya datangi. Saya menerima berbagai keluhan dan kendala serta hambatan dari tiap-tiap Puskesmas guna memaksimalkan pelayanan. Mulai dari kekurangan tenaga medis hingga fasilitas. Khususnya penempatan tenaga medis baik itu Bidan maupun Perawat, nanti akan kita lakukan pemerataan agar tidak hanya tertumpuk di satu Puskesmas saja,” kata Bupati dalam pertemuan dengan para tenaga medis di setiap Puskesmas yang didatangi.

Terkait laporan data stunting dan yang disampaikan oleh tiap-tiap Puskesmas, Bupati menegaskan agar para perawat, bidan maupun Dokter yang ada di tiap Puskesmas, senantiasa menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga pada pelayanan kesehatan.

“Saya ingin agar dimasa Pemerintahan Saya dan Pak Wabup, semua balita bisa tumbuh sehat tanpa ada yang kekurangan Gizi apalagi stunting. Tentunya dengan memaksimalkan peran dan pengawasan Posyandu di tiap-tiap Desa,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati, upaya sosialisasi kepada Ibu menyusui terkait pentingnya pemberian ASI sesuai jangka waktu yang dianjurkan, juga dianggap perlu ditingkatkan. Sebab, tidak sedikit Ibu menyusui yang bahkan hanya mengandalkan Susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

“Padahal, ASI satu-satunya makanan yang memiliki kandungan gizi paling baik untuk bayi,” pungkas Bupati. (Diskominfo)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)