Sejarah

By Iswanto Mahmud 17 Agu 2019, 17:49:13 WIB

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan pusat pemerintahan berlokasi di Tutuyan. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang  Nomor 29 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Peresmian dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto di Manado pada hari Selasa, 30 September 2008.

Berikut ini adalah Daftar Bupati Bolaang Mongondow Timur yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 2008.

1   Kandoli Mokodongan, S.H. 2008 2010   Penjabat sementara (pjs.) bupati
2   Sehan Salim Landjar, S.H. 2010 2015 Medy Lensun, S.T. Periode pertama
3   M. Rudi Mokoginta, S.E., M.T.P. 5 Oktober 2015 17 Februari 2016   Penjabat bupati
4   Sehan Salim Landjar, S.H. 17 Februari 2016 sekarang Drs. Rusdi Gumalangit Periode kedua

 

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, secara historis Kotabunan dan Kecamatan Modayag merupakan dua kecamatan yang menjadi cikal bakal terbentuknya daerah pemekaran Kabupaten Boltim yang kaya beragam potensi Sumber Daya Alam (SDA).

Seiring dengan bergulirnya reformasi dan perjalanan waktu, tuntutan akan pemekaran merupakan fenomena yang harus disikapi dan ditindaklanjuti.

Hak ini terlihat di dua wilayah di Kecamatan bagian timur Kabupaten Bolmong yaitu kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Modayag.

Tindak lanjut dari masyarakat, maka wilayah kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Modayag berhasil dimekarkan.

Masing-masing untuk Kecamatan Kotabunan dimekarkan menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kotabunan, Kecamatan Nuangan dan Kecamatan Tutuyan.

Sedangkan Kecamatan Modayag dimekarkan menjadi dua kecamatan yakni menjadi Kecamatan Modayag dan Modayag Barat.

Dengan telah terbentuknya lima kecamatan di wilayah Bolmong bagian Timur, gaung pemekaran untuk membentuk kabupaten baru mulai didengungkan oleh seluruh komponen masyarakat.

Gaungpun bersambut, bak bulan purnama menerangi kegelapan, membawa sinar dan harapan menyongsong terbentuknya Boltim.

Untuk mewujudkan keinginan masyarakat akan pemekaran wilayah Boltim menjadi daerah otonomi baru, oleh bupati Bolmong pada waktu itu Ny Dra H J Marlina Moha Siahaan bunda pembaharu tanah totabuan dan wakil bupati bapak Drs Sehan Mokoagow bersama seluruh komponen masyarakat Bolmong melalui panitia pemekaran Kabupaten Boltim serta presidium pemekaran bolaang mongondow raya, berkomitnen untuk memperjuangkan daerah otonom baru.

Untuk segera diwujudnyatakan, sehingga lahirlah bayi kembar kedua yakni Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Boltim.

Bayi yang lahir dengan sempurna kini telah tumbuh dan berkembang seiring dengan waktu, maju terus bersama seluruh komponen masyarakatnya.

Sepuluh tahun sudah tanpa terasa goresan pada pemekaran masih membekas dan membahana di hati kami masyarakat Boltim, terima kasih bunda, jasamu tak akan lengkang dimakan zaman.

Pemekaran Kabupaten Boltim berdasarkan Undang-Undang nomor 29 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Boltim di Propinsi Sulut yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow diresmikan pada tanggal 30 September 2008 sekaligus dengan pelantikan penjabat bupati bapak Kandoli Mokodongan SH yang bertugas mempersiapkan dan meletakkan dasar-dasar proses penyelenggaraan pemerintahan serta menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, dan telah memimpin kurang lebih dua tahun sejak dilantik hingga mengakhiri masa jabatan pada tanggal 4 Oktober 2010.

Pada tanggal 13 Agustus 2010 oleh KPUD Kabupaten Bolmong sebagai penyelenggara pemilukada di Kabupaten Boltim ditetapkanlah hasil pemilukada, dan yang terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah pilihan rakyat pertama ialah bapak Sehan Landjar dan bapak Medy Lensun yang selanjutnya dilantik pada tanggal 4 Oktober 2010 oleh Gubernur Sulawesi Utara bapak DR Drs Sinyo Hary Sarundajang bertempat di gedung auditorium pemerintah Kabupaten Boltim di Tutuyan.

Dengan berjalannya waktu, roda pemerintahan Kabupaten Boltim bergerak maju dan pesat.

Dalam satu periode kepemimpinan Bersemi, pembangunan di segala aspek dapat dilaksanakan dengan baik, hal ini terbukti dengan pembangunan di berbagai sektor baik pembangunan fisik maupun non fisik yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat serta berbagai prestasi yang diraih oleh pemerintah salah satunya opini WTP pertama pada tahun 2013 oleh pemerintah Kabupaten Boltim dan kemudian pada tahun 2014 opini WTP kembali diraih oleh pemerintah Kabupaten Boltim untuk kedua kalinya.

Ini merupakan prestasi dari sekian banyak prestasi yang dicapai dari kepemimpinan bupati Boltim bapak Sehan Landjar SH bersama Wakil Bupati Boltim Bapak Medy Lensun di penghujung kepemimpinan periode kepemimpinan Bersemi pun berakhir pada 4 Oktober 2015.

Pada tanggal 5 Oktober 2015 dikeluarkanlah surat gubernur Sulawesi Utara tentang pengangkatan penjabat bupati Boltim bapak Muhammad Mokoginta SE MTP kurang lebih empat bulan lamanya penjabat bupati Boltim berhasil dalam melanjutkan roda pemerintahan dan melaksanakan Pilkada Kabupaten Boltim yang kedua kalinya.

Dalam Pilkada tersebut KPU Boltim menetapkan pasangan calon terpilih yaitu bapak Sehan Landjar SH dan Drs Rusdi Gumalangit sebagai bupati dan wakil bupati terpilih 2016-2021, maka berdasarkan KPU Boltim dilantiklah Sehan Landjar SH dan Drs Rusdi Gumalangit sebagai bupati dan wakil bupati oleh Gubernur Sulawesi Utara bapak Olly Dondokambey SE pada 17 Februari 2016.

Selang empat bulan setelah pelantikan bupati dan wakil bupati Kabupaten Boltim meraih opini WTP oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yang ketiga kalinya pada pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2015 kemudian pada tahun 2016 opini WTP kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Boltim untuk keempat kalinya dan pada 2017 kita mampu mempertahankan predikat opini WTP oleh pemerintah kabupaten Boltim yang kelima kalinya.

Hal ini tentu memberikan dampak yang baik dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang bersih guna tercapainya masyarakat Boltim yang sejahterah, maju, berdiri dan berdaya saing.

Hal tersebut sejalan dengan visi-misi pemerintah Kabupaten Boltim yang dituangkan dalam dokumen rencana strategis pembangunan lima tahun ke depan.

Terbentuknya Kabupaten Boltim sampai usia yang kesepuluh tahun ini telah banyak berubah baik dari segi infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di mana Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menempati posisi kedua dalam pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.

Seiring dengan hal tersebut, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2016 telah diresmikan dua kecamatan yaitu kecamatan Motongkad dari hasil pemekaran kecamatan Nuangan yang didasarkan pada peraturan daerah nomor 6 tahun 2016 tentang pembentukan Kecamatan Motongkad dan peraturan daerah nomor 7 tahun 2016 tentang pembentukan kecamatan Mooat dari hasil pemekaran kecamatan Modayag.

Hal ini merupakan hasil kerja keras pemerintah dan DPRD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Boltim yang sama-sama kita cintai.

Secara geografis wilayah Kabupaten Boltim terletak di antara 0 derajat 23' 25" lintang utara-124 derajat 19' 39" bujur timur dan 0 derajat 57' 33" lintang utara -124 derajat 45' 38" bujur timur dan terdiri atas wilayah pegunungan pesisir dengan jumlah 80 desa yang saat ini tersebar di tujuh kecamatan yaitu:

- Kecamatan Kotabunan

- Kecamatan Tutuyan

- Kecamatan Nuangan

- Kecamatan Modayag

- Kecamatan Modayag Barat

- Kecamatan Mooat

- Kecamatan Motongkad

Hal tersebut memberika keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Boltim sebagai daerah penghasil rempah-rempah dan komoditi perikanan dan perkebunan, ditambah dengan hasil dari sektor pertambangan.

Kabupaten Boltim yang pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tutuyan mempunyai batas-batas wilayah:

- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Touluaan, Tombatu, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara;

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Maluku

- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Lolayan, Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolmong dan Kecamatan Kotamobagu Timur (Kota Kotamobagu)

- Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Maluku dan Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolsel

Jumlah penduduk Kabupaten Boltim berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2018 sebanyak 84.212 jiwa yang terdiri atas 44.042 jiwa laki-laki atau 51,92 persen dan 40.170 jiwa perempuan atau 48,07 persen.

Demikian sejarah singkat Kabupaten Boltim, semoga daerah yang kita cintai ini akan terus maju dan berkembang serta mampu bersaing dengan daerah lain di tingkat regional Sulawesi Utara dan nasional. Terima kasih. Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban.